Penghapusan Tarif PPN Buat Ekspor Jasa Di Indonesia Menjadi Lebih Bersaing

Posted on

Penghapusan Tarif PPN Buat Ekspor Jasa Di Indonesia Menjadi Lebih Bersaing

Konsultan Pajak Jakarta – Wacana penghapusan pajak di sektor ekspor jasa profesional diyakinkan akan memberi dampak positif terutama pada pertumbuhan ekonomi negara. Maka dari itu, sektor ini memiliki potensi yang sangat tinggi bahkan jadi andalan terbesar dari sektor ekspor Indonesia yang saat ini sayangnya kurang kompetitif daripada negara lain.

Menurut Yustinus Pratowo selaku Pengamat Perpajakan Center of Indonesia Tax Analysis mengatakan jika saat ini penerapan dari tarif pajak pertambahan nilai sebesar 0% jumlahnya masih terbatas dari 3 sektor jasa yakni jasa perbaikan, maklon serta jasa perawatan barang bergerak dan jasa konstruksi.

Akan tetapi, pemerintah mesti didorong untuk memperluas penerapan dari pemungutan pajak pertambahan nilai sebesar 0% ini ke sejumlah sektor lainnya seperti sektor teknologi, jasa informasi, juga jasa penelitian serta pembangunan. Lantas penyewaan peralatan transportasi, profesional, jasa pengelolaan transportasi serta jasa perdagangan.

“Khusus berkaitan dengan jasa profesional, sektor ini sangat diharapkan bisa memberikan kontribusi langsung pada serapan tenaga kerja jadi ekonomi negara bisa tumbuh dengan cepat” ujarnya.

Yustinus pun mengungkapkan jika umumnya pengenaan tarif pajak pertambahan nilai 10% yang dilakukan oleh provider jasa di dalam negeri berpotensi bisa menyebabkan pajak ganda atas konsumsi dari jasa tersebut. Mengapa demikian? Karena penerima jasa yang ada di luar negeri turut akan membayar pajak pertambahan nilai disesuaikan dengan ketentuan domestic

“Sehingga, konsumen dari jasa LN menilai adanya tambahan biaya maupun harga dari pemberian jasa jadi jasa yang asalnya dari Indonesia akan jadi lebih mahal” pungkasnya.

Kebijakan ini tentunya akan membebani pelaku usaha terlebih mereka yang menjalankan usaha di sektor daya saing disamping sektor kualitas jasa yang bisa disediakan. Ide ini memberlakukan tarif pajak pertambahan nilai 0% dari sektor jasa serta bisa membantu meningkatkan daya saing dari jasa Indonesia.

“PPN pada prinsipnya merupakan pajak maupun konsumsi, pengenaannya bisa dilakukan di tempat barang atau jasa dikonsumsi. Di sektor perekonomian, tentunya sangat bagus karena sektor jasa ini dapat meningkatkan kontribusi sesuai dengan harapan pemerintah” ujar Yustinus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *