Perbedaan Harga Kredit dan Tunai, Bolehkah dalam Syariat ?

Posted on

Apakah boleh ada beda harga antara tunai dan kredit? Misalnya terkecuali cash seharga 15 juta rupiah, sedang kredit ditotal jadi 22 juta rupiah.

Intinya asalnya menjual membeli bersama bentuk apa pun dibolehkan terhitung menjual membeli bersama beda harga seperti itu antara tunai dan kredit.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah sudah menghalalkan menjual membeli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).

Begitu terhitung Allah berfirman :

إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Kecuali bersama jalur perniagaan yang berlaku bersama suka sama-suka (saling ridha) di antara kalian” (QS. An Nisa’: 29).

Jika ada tambahan dalam pembayaran tertunda, itu tidaklah masalah sebab keuntungan tersebut bukanlah keuntungan yang miliki nilai riba. Transaksi yang ada adalah transaksi menjual membeli tetapi bersama pembayaran tertunda, dan sekali lagi tidak dianggap riba.

Dari sisi lain, ridha pun selamanya ditekankan terhadap menjual membeli ini. Karena pembayaran tertunda ini dilakukan oleh penjual biar mampu melariskan dagangannya. Ini sudah perlihatkan adanya keridhaan berasal dari penjual.

Lihat Juga : Kavling Produktif Syariah

Dalam hadits, kami terhitung dapat memandang bahwa tidaklah masalah terkecuali sampai ada beda harga antara tunai dan kredit, ongkos kredit lebih tinggi berasal dari ongkos cash (tunai).

Di antara dalil yang menunjang pengakuan di atas adalah,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُ أَنْ يُجَهِّزَ جَيْشًا فَنَفِدَتِ الإِبِلُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَأْخُذَ فِى قِلاَصِ الصَّدَقَةِ فَكَانَ يَأْخُذُ الْبَعِيرَ بِالْبَعِيرَيْنِ إِلَى إِبِلِ الصَّدَقَةِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia bicara bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah untuk buat persiapan pasukan lantas unta berlangsung di tengah-tengah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengambil alih unta yang masih muda dan masih kuat yang sebagai zakat. Beliau kala itu menjadikan satu unta jadi dua unta sebagai kompensasi tempo pas yang ditunggu untuk unta zakat. (HR. Abu Daud no. 3357 dan Ahmad 2: 171. Al Hafizh Abu Thohir menyebutkan bahwa hadits ini adalah hasan)

Adapun hadits yang menyebutkan :

مَنْ بَاعَ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ فَلَهُ أَوْكَسُهُمَا أَوِ الرِّبَا

“Siapa yang menjual bersama dua transaksi, maka ia diberi rugi ataukah diberi riba.” (HR. Abu Daud no. 3461 dan Al Baihaqi 5: 343. Al Hafizh Abu Thohir menyebutkan bahwa sanad hadits ini hasan). Sebagian ulama berdalil bersama hadits ini mengenai larangan menjual membeli beda harga antara cash dan kredit.

Syaikh Abu Malik berkata, “Taruhlah hadits tersebut shahih, bukanlah yang dimaksud diharamkannya menjual membeli terkecuali dibeli tertunda biayanya lebih tinggi berasal dari membeli tunai. Yang tepat, yang dimaksud hadits tersebut adalah terkecuali ada dua orang yang bertransaksi berpisah lantas tidak menetapkan antara dua harga yang diberi pilihan. Jadi menetapkan beda harga antara dua transaksi tersebut bukanlah transaksi riba.” (Shahih Fiqh Sunnah, 4: 354).

Ibnul Qayyim terhitung menambahkan jawaban, “Larangan hadits bukanlah larangan terkecuali dibeli tunai lebih murah, yaitu 50 dan terkecuali dibeli bersama pembiayaan tertunda lebih mahal yaitu 100. Itu tidak terhitung qimar (judi), tidak terhitung jahalah (jual membeli yang tidak jelas), tidak terhitung gharar (yang ujung akhirnya tidak jelas) dan tidak terhitung menjual membeli rusak lainnya. Penjual menambahkan pilihan terhadap kastemer pas itu untuk pilih di antara dua transaksi yang ada (yaitu menghendaki tunai ataukah kredit, -pen).” (I’lamul Muwaqi’in, 2: 149-150).

Intinya, menjual membeli kredit tidaklah masalah walaupun lebih mahal berasal dari cash (tunai). Yang masalah nantinya terkecuali hakekat menjual membeli adalah pinjaman piutang seperti yang berlangsung terhadap menjual membeli leasing kendaraan dan kredit tempat tinggal KPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *